#5 cerita pendek

             2 Minggu yang lalu kalau ga salah hari Sabtu 12 Maret waktu acara motivasi buat anak kelas 9 adalah salah satu dari sejumlah deret kenangan yang terlupakan buatku juga buat temen temen yang lain. Waktu itu banyak banget kegiatan yang seru. Pertama kita mesti buat kelompok. Kali ini kelmpoknya ga k bisa milih jadi Mbak Monika sang motivator nyebarin kartu warna-warni bertuliskan kata dan kita suruh ambil satu terserah yang mana aja lalu kita harus berkelompok bersama temen yang lain sehingga kartunya akan terkumpul membentuk sebuah kalimat. Langsug aja waktu Mbak MonIka nebarin kartunya di lantai anak-anak kelas pada heboh berebutan kartu. Ya Allah ckckck...
                Aku dapet kartu warna hijau bertuliskan mengenal sama seperti halnya bunga, yoga, nicha, vania, dan teak. Kartu tersebut kami kumpulkan lalu membentuk kalimat barangsiapa mengenal dirinya maka mengenal tuhannya. Pada segmen pertama kita disuruh untuk menuliskan kekurangan dan kelebihan diri masing masing juga teman sekelompokmu. Dan baru aku sadar aku lebih mudah untuk mengisi kekuranganku dan kelebihan teman-temanku.  
                Habis itu kita di suruh mengisi lembaran kita di suruh mengisi mimpi dan cita-cita kita saat usia 40 tahun. Aku lihat temen temen udah pada ngisi kertasnya. Karena jujur aja ya ...sampai sekarang aku belum tau akan menjadi apa suatu hari nanti. Saat aku mendengar temen-temenku membacakan cita-citanya-pun aku jadi merasa malu juga sendiri, mereka sudah mempunyai cita-cita juga tekad, sedangkan aku? Masih tanda tanya besar, mbah google aja juga ga bisa jawab. Ya sudah tak isi aja sesuai hati nuraniku tapi setelah itu temen-temen nyuruh aku mbacain cita-citaku. Awalnya aku udah menolak tapi merek maksa, aku malu banget cita-citaku tu ga ada apa-apnya dibanding cita-cita mereka. Tapi ya sudahlah th nannti juga diamini apa ruginya
4o tahun lagi aku ingin menjadi ornag yang sukes di bidang yang aku geluti saat itu (n.b aku belum tau mau jadi apa)menjadi orang yang sukses/. Menjadi Orang yang bisa memberi manfaat bagi orang lain sehingga tidak membebani orang lain. Dapat membahagiakan mereka siapa saja yang masih ada di dunia terutama orangtuaku. Dan menjadi inspirasi bagi orang lain untuk terus berkarya. 40 tahun yang akan datang aku sudah mempunyai banyak teman dan pengalaman. Sahabat/teman setia yang selau menemani dalams uka dan duka. Rejeki yang lebih juga keluarga yang senantiasa berbahagia. Aku juda sudah pergi melanglang buana ke berbagai belahan dunia.
Aku benar-benar enangis setelah membacakan itu. Aku takut jika ternyata yang aku ucapkan hanya omong kosong belaka. Tapi ya sudahlah kita lanjutkan ceritnya daripda sedih memikirkan apa yang akan terjadi suatu hari nanti.  Semua itu tu ga  perlu dipikirkan, lakukanlah apa yang terbaik. Berpikir hanya membuat stress tapi nek ga dipikir malah kepikiran hayo gimana coba?
Segmen yan terakhir kami membuat kelompok lagi. Kegiatan kali ini di suruh membuat menara dari kartu. Membuatnyapun harus pake 1 tangan udah gitu sam mbak-nya di kipasin lagi. Gimana mau jadi coba?. Sesekali juga terdengar teriakan teman-teman karena kartunya runtuh tak terkecuali kelompokku yang paling sering jatuh udah sampai lantai dua eh ambruk. Diki langsung mencak-mencak, teriak-teriak sambil jungkir balik, muter-muter keliling lapangan 7x..huahaha ya ora lah ajaib banget nek kayak gitu. Tapi orangnya emang ajaib sih mosok dia ketawa gara-gara aku tiba-tiba ngomong banyumasan *lho ini yang ajaib siapa ya?*haha samasama ajaib deh kalo gitu. Persaingan mulai ketat soalnya waktunya dari tadi kurang 10 detik terus lha udah 5 menit e. Kelompok sebelah punya fikri udah mau selesai walaupun miring-miring eh tapi akhirnya ambruk juga yes! Yes!yes!sukurin lu!mulai dari awal lagi deh hyehehehehe. Kelompokku akhirnya jadi juara ketiga, yah walaupun ga pertama juga ga papa wong ga ada hadiahnya og. Lumayanlah bisa mengejar ketertinggalan yang tadinya dikira ga bakal bisa selesai soalnya kartunya ambruk terus akhirnya selesai juga berdiri juga jadi juara tiga.
Terakhir kita di beri kertas ijazah gadungan dan suruh nulis nilai yang kita harapkan ya udah tak tulis seratus aja semuanya yah walaupun terlihat muslihat maksudnya mustahil, tapi who knows?. Kita disuruh berdiri berjejer di atas kursi, bareng-bareng kita semua teriak dengan lantang mendeklarasikan kita telah lulus dengan nilai yang kita harapkan. Amin.

0 komentar:

Posting Komentar

Design by WPThemesExpert | Blogger Template by BlogTemplate4U